oleh

OI Restoking 1 juta Benih Ikan, Pacu Potensi 35 persen Perairan Air Tawar

-Daerah, dibaca 899 x

Indralaya, LajuSumsel. co.id -- Mendukung pelestarian ikan lokal di alam, Pemkab Ogan Ilir melalui dinas perikanan menyiapkan restoking 1 juta bibit ikan di alam di tahun 2024.

 
Hal ini disampaikan saat penyerahan bantuan kepada nelayan dan pembudidaya ikan bertempat di Balai benih ikan (BBI) dinas perikanan Ogan Ilir. Senin (16/10/2023).
 
Kepala dinas perikanan OI, Bustanul Arifin menyebut bantuan tersebut diberikan kepada 102 kelompok pembudidaya ikan dengan jumlah 1.020 orang pelaku usaha.
 
"Bantuan yang diberikan berupa bedah rumah unit pengolahan ikan dan alat-alat pendukung," jelasnya.
 
Nilai bantuan yang diberikan berkisar Rp236 juta untuk bedah rumah pengolahan perikanan. Serta Rp49,9 juta dengan alat pendukungnya.
 
Selain itu, 21 kelompok usaha bersama (KUB) bidang perikanan tangkap dengan 210 pelaku usaha juga diberikan bantuan. Berupa perahu, mesin, alat keselamatan dan alat tangkap bagi nelayan.
 
"Bantuan ini mendukung kemajuan Ogan Ilir yang memiliki 35 persen atau sekitar 93 ribu hektar wilayah perairan dan rawa," jelasnya.
 
Maka tidak heran, Kabupaten OI juga terpilih jadi kampung perikanan budidaya gabus di desa Sumber Rejeki kecamatan Tanjung Raja Selatan dari pemerintah pusat.
 
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar mengatakan potensi budaya ikan air tawar di OI tidak bisa dipandang sebelah mata.
 
"Melalui tahun anggaran 2022, ada beberapa anggaran yang terpusat di dinas perikanan. Termasuk ada bantuan dari pemerintah pusat. Saya menganggrakan mulai akhir tahun ini pabrik pakan yang dimiliki kabupaten Ogan Ilir. Saya menganggaRkan mulai akhir tahun ini pabrik pakan akan dimiliki kabupaten Ogan Ilir," jelasnya.
 
Panca mengajak para kades untuk berkolaborasi melalui bumdes dengan pengelolaan ikan di BBI. "Saran saya, dapat bekerjasama dengan pemkab. Kami selain membantu agar berhasil ada sosialisasi dan subsidi. Apabila kepada desa mau mengembangkan budidaya pelestarian melalui dana desa dengan bumdes yang ada. Insyaallah kita tidak akan lepas tangan sampai benar-benar bisa mandiri," tukasnya. (Red-WN)
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments