oleh

Keterbatasan Ruang Bermain Terhadap Perkembangan Anak

-Opini, dibaca 449 x

Oleh:

Thifal Khalida Salsabila, Lola Ariska, Agnes Intan Feronika, Dini Nabila Aryani, Sasha Tiara Maharani

(Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)

 
Rumah Susun (Rusun) seringkali menjadi pilihan tempat tinggal bagi banyak keluarga di perkotaan. Namun, kondisi lingkungan yang kurang sehat dan ramah anak di rusun dapat berdampak serius terhadap keterbatasan anak-anak dalam bermain dan berkembang. Salah satunya di sekitar pemukiman Rumah Susun 24 Ilir, Kota Palembang.
 
Salah satu dampak utama dari lingkungan yang kurang sehat dan ramah anak di rusun adalah kurangnya ruang terbuka yang aman dan bersih bagi anak-anak untuk bermain. Dibandingkan dengan rumah biasa yang mungkin memiliki halaman atau taman, rusun cenderung memiliki ruang terbatas dan fasilitas terbuka yang minim. Hal ini membuat anak-anak cenderung bermain di lorong-lorong sempit atau halaman yang tidak terawat, yang dapat membahayakan keselamatan mereka dan menyebabkan keterbatasan dalam aktivitas fisik dan kreativitas.
 
Selain itu, lingkungan yang tidak ramah anak di rusun juga dapat berdampak pada aspek sosial dan psikologis. Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang kurang sehat dan tidak terawat mungkin merasa kurang termotivasi untuk berinteraksi dengan teman sebaya atau menjelajahi lingkungan sekitar mereka sehingga menghambat perkembangan sosial dan keterampilan interpersonal mereka. 
 
1. Pentingnya Kebersihan Lingkungan untuk Mendukung Anak Bebas Mengeksplorasi Lingkungannya
 
Anak-Anak Penghuni Rusun 24 Ilir Palembang Sering Bermain di Pinggir Sungai (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Kami sering main di jalan samo taman yuk, kareno kalo deket rumah itu dak biso dibuat main kareno penuh jemuran ado sampah pulo jadi kami susah nak maen”, ujar Rafathar (10 Tahun). 
 
Ketidaknyamanan anak-anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan, seperti bermain bersama teman-teman akibat dari bau sampah yang mengganggu, membuat anak-anak di lingkungan rusun merasa kurang nyaman. Apabila dibiarkan terus menerus, tentunya hal ini akan berdampak kepada psikologi anak, seperti anak akan merasa minder hingga kesulitan untuk menggali dan mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya sosialisasi, seorang anak akan mengetahui bagaimana ia seharusnya bertindak dan bertingkah laku di tengah masyarakat, sehingga dapat diterima oleh masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perkembangan psikologis seorang anak.
 
2. Tantangan dalam Menjaga Lingkungan sebagai Wadah Anak Bermain dengan Aman dan Nyaman 

Gambaran Sungai Sekanak (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
 
kami sering jajan yuk tapi jarang cuci tangan, kareno keburu laper yuk mano nak balek dulu kalo cuci tangan, air sungainyo kotor bau pulo banyak sampah, dak galak nian mandi disini”, Andra (12 tahun). 
 
Selain kesulitan akan ruang bermain, keresahan anak-anak terkait kondisi sanitasi di lingkungan tempat bermain mereka tersebut yang terbilang rendah sehingga mendorong kebiasaan buruk anak-anak yang tidak mencuci tangan ketika hendak makan. Kondisi pemukiman rusun sangat padat penduduk dan ruangnya pun sedikit lebih sempit, sehingga membuat anak-anak tidak dapat leluasa untuk beraktivitas dan bermain bersama teman-temannya. 
 
3. Taman Sekanak Lambidaro Menjadi Solusi Sarana Anak Bermain di 24 Ilir
 
Taman Sekanak Lambidaro di 24 Ilir Kota Palembang (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
 
Terlepas dari bagaimana sanitasi dan kebersihan lingkungan di 24 Ilir Kota Palembang, pemerintah telah memfasilitasi Taman Sekanak untuk masyarakat yang hendak bermain atau hanya melepas penat di lingkungan rumah susun tersebut. Di pinggir taman tersebut, terdapat sungai Sekanak Lambidaro yang sekarang menjadi destinasi wisata baru di Kota Palembang. Terdapat beberapa tempat duduk, gazebo dan banyak permainan untuk anak-anak.
 
Refleksi: Meninjau dari suara keresahan dan harapan anak-anak rusun, maka diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah setempat dapat berkolaborasi dengan pihak puskesmas dalam menggiatkan edukasi kepada masyarakat terkait sampah. Selain itu, diharapkan lebih memperhatikan sanitasi di lingkungan rusun dan pemberian edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada anak-anak rusun. Hal ini tentunya tidak lepas dari kontribusi pemerintah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketentraman di lingkungan tersebut sehingga anak-anak dan masyarakat bisa selalu bermain di sana dengan aman dan nyaman untuk menciptakan tumbuh kembang generasi bangsa yang sehat dan cerdas.
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments