oleh

Kompleksitas Penularan HIV Pada Ibu dan Anak!

-Opini, dibaca 232 x

Oleh:

Yunita Pratami, S.KM, Indah Ramadhani, S.Kg, Mustika Damayanti S.Kep. Ners., Kurnia Aini, S.Kep. Ners., M.K.M.

Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya
(Peminatan Epidemiologi)
 
 
Kompleksitas Kasus Anak yang Tertular HIV dari Ibunya
 
Siti, seorang wanita dengan HIV, tidak mendapat perawatan selama kehamilan dan persalinannya karena terbatasnya akses ke layanan kesehatan atau kurangnya pengetahuan tentang pengobatan HIV selama kehamilan. Setelah melahirkan, Siti menyusui bayinya karena tidak menyadari risiko penularan HIV melalui ASI. Bayi tersebut tertular HIV dari ibunya selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, menyebabkan AIDS. Replikasi HIV menyebabkan keadaan inflamasi kronis pada penderita, dengan peningkatan penanda inflamasi dan aktivitas imun.
 
Kompleksitas Kasus ADHA di Dunia dan Indonesia

Kasus HIV/AIDS pada anak-anak merupakan masalah global, dengan sekitar 1,3 juta orang tertular HIV dan 630.000 meninggal karena AIDS pada tahun 2022. Meskipun jumlah kasus masih tinggi, data dari UNAIDS menunjukkan penurunan infeksi baru HIV dan kematian terkait AIDS secara global sejak tahun 2010. Di Indonesia, kasus AIDS pertama kali dilaporkan pada tahun 1987, dengan peningkatan signifikan dalam kasus HIV dan AIDS sejak itu. Faktor risiko utama penularan HIV di Indonesia adalah hubungan seksual berisiko, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 25-49 tahun. Meskipun peningkatan kesadaran dan intervensi, epidemi AIDS di Indonesia tetap meningkat, dengan sekitar 377.650 orang terinfeksi HIV dan 145.037 penderita AIDS pada tahun 2023.
 
Kompleksitas Vertikal Transmission HIV dari Ibu ke Anak
 
Pada 1989, 25% bayi dari ibu dengan HIV terinfeksi HIV pada usia 2 tahun, mendorong pengembangan intervensi seperti Studi PACTG 076 pada 1994. Intervensi global untuk mencegah penularan vertikal HIV telah berhasil menurunkan infeksi perinatal. Faktor seperti biaya ARV, pemberian susu formula, ketersediaan operasi caesar, dan infrastruktur kesehatan memengaruhi efektivitas intervensi.
 
Pada 2018, sekitar 1,3 juta perempuan hamil dengan HIV berisiko penularan perinatal. Risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Faktor penularan HIV dari ibu ke anak meliputi viral load, jumlah sel CD4, status gizi, dan gangguan pada payudara ibu. Manifestasi HIV pada anak-anak termasuk gangguan pertumbuhan, penyakit berulang, dan kematian.
 
Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dilakukan melalui kegiatan seperti pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan dengan HIV dan pemberian dukungan psikologis dan sosial. Peraturan Menteri Kesehatan No. 51 tahun 2013 mengatur pedoman pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.
 
Kompleksitas Penularan HIV dari Kelompok Berisiko Tinggi Ibu Rumah Tangga ke Bayi
 
Penularan HIV dari ibu rumah tangga ke bayi melibatkan banyak faktor yang mempersulit upaya pencegahan dan penanganannya. Akses terhadap perawatan medis yang memadai sering menjadi masalah dalam rumah tangga dengan sumber daya terbatas. Kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan stigma yang terkait dapat menunda pemeriksaan HIV, diagnosis, dan perawatan yang tepat. Tekanan sosial untuk merahasiakan status HIV dan masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi juga dapat mempengaruhi kemampuan ibu untuk mengelola kondisi mereka dan melindungi kesehatan bayi mereka. Hal ini dapat memperumit upaya pencegahan dan perawatan serta memperpanjang waktu yang diperlukan untuk mencari bantuan medis yang diperlukan.
 
Bagaimana Cara Ibu Rumah Tangga Tidak Selalu Menjadi Korban!
 
Bagaimana cara mengatasi agar ibu rumah tangga tidak selalu menjadi korban? Menurut mba mustika disalah satu perawat puskesmas x adalah dengan mengunakan kondom bagi suami yang sering jajan untuk memutus penularan penyakit tersebut kepada istri (berdasarkan hasil wawancara lapangan secara langsung). 
 
1. Untuk ibu dan suami ODHIV
Langkah-langkah penting bagi ibu dan suami yang terkena HIV/AIDS meliputi penggunaan kondom oleh suami untuk mencegah penularan kepada istri, kejujuran kepada keluarga tentang status HIV/AIDS, konsultasi dengan tenaga kesehatan, minum obat secara rutin, dan memberikan dukungan terus.
 
2. Sebagai tenaga Kesehatan 
Meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan pentingnya pencegahan. Melakukan pendekatan kepada calon pengantin untuk melakukan tes kesehatan sebelum menikah guna menghindari penularan HIV/AIDS.
 
3. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pendamping dan penjangkau HIV
Memberikan arahan dan pemantauan kepada individu yang terkena HIV/AIDS untuk rutin minum obat ARV dan pemeriksaan viral load.
 
4. Pemerintah terkait HIV
Pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama nasional dan internasional, prioritas komitmen baik secara nasional maupun internasional, advokasi, sosialisasi, dan pengembangan kapasitas, peningkatan upaya yang merata, terjangkau, bermutu, dan berkeadilan, peningkatan jangkauan pelayanan terutama pada kelompok berisiko tinggi dan daerah terpencil, peningkatan pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia, serta jaminan ketersediaan obat dan alat yang diperlukan.
 
Referensi 
1. “2023 UNAID Global AIDS Update”, diaskes dari unaid.org
2. UNAIDS. Global plan towards the elimination of new HIV infections among children by 2015 and keeping their mothers alive. 2011.
3. Kelompok HIV Perinatal Internasional; Andiman, W.; Bryson, Y.; de Martino, M.; Fowler, M.; Harris, D.; Hutto, C.; Korber, B.; Kovacs, A.; Tuan Tanah, S.; dkk. Cara penularan dan risiko penularan vertikal human immunodeficiency virus tipe 1 - sebuah meta-analisis dari 15 studi kohort prospektif. N.Inggris. J.Med. 1999 , 340 , 977–987.
4. Goga, AE; Van de Perre, P.; Ngandu, N.; Nagot, N.; Abrams, EJ; Moodley, D.; Raja, R.; Molès, JP; Chirinda, W.; Scarlatti, G.; dkk. Menghilangkan penularan HIV melalui ASI dari ibu yang memakai obat antiretroviral. BMJ 2021 , 374 , n1697.
5. “Menguatkan Penanganan Kasus HIV/AIDS Nasional”, Kompas, 28 Juli 2021.
6. “Cegah Penularan Vertikal HIV dari Ibu ke Anak”, Kompas, 2 September 2022.
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments