oleh

Kemeriahan Hari Pertama Kampung Pandai Indralaya di Desa Eco Wisata Burai

-Sosial , dibaca 1079 x

Reportase: Muhammad Fahrizal

Instagram: @kampungpandai_indralaya

 
Sabtu, 25 Februari 2023 sorak ramai dan antusias dari para warga dan anak-anak di desa Eco Wisata Burai menyambut kedatangan kakak-kakak mahasiswa selaku volunteer kampung pandai Indralaya season 2 yang berasal dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakay  Fakultas Kesehatan Masyarakat, angkatan 2022, Universitas Sriwijaya. Kegiatan kampung pandai Indralaya dengan program English Camps ini merupakan kegiatan belajar mengucapkan kosakata-kosakata dalam bahasa Inggris sambil bermain agar memberikan kesan baru dalam belajar pada anak-anak, dimana anak-anak ini terlibat aktif dalam kegiatan dengan mengikuti rangkaian kegiatan yang dibuat oleh kakak-kakak mahasiswa agar tidak membosankan serta pembelajaran terkait kosakata dalam bahasa Inggris mudah dimengerti.
 
 
Kegiatan kampung pandai season 2 ini dilakukan di desa Eco Wisata Burai yang berada di kabupaten Ogan Ilir dengan total anak-anak yang terlibat yaitu sekitar 100 anak-anak dimulai dari anak-anak TK, SD kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini berlangsung selama 2 pekan di hari Sabtu dengan hari pertama dimulai pada tanggal 25 Februari 2023.
 
Kegiatan hari pertama dibuka oleh Kepala Desa Burai, Erik Asrillah, Am.Kep, Dosen pembimbing Najmah, SKM, MPH, PhD dan CEO Nurul Rahma. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan senam bersama dengan ibu-ibu, pemuda karang taruna dan pokdarwis, mahasiswa dan kegiatan English Camps dengan belajar kosakata makanan sehari-hari dalam bahasa Inggris melalui nyanyian “Isi Piringku”. Antusias anak-anak untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar kosakata bahasa Inggris ini sangat menarik, mulai dari tanya jawab terkait kosa kata dalam bahasa Inggris, bermain bersama dengan mengucapkan kosakata-kosakata dalam bahasa Inggris, dan lain sebagainya.
 
 
Kegiatan kali ini juga ada pemeriksaan karies gigi bagi anak-anak dari TK, SD kelas 1 hingga kelas 6. Karies gigi adalah kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap. Hal ini diawali dengan terkikisnya enamel atau lapisan terluar gigi, kemudian menggerogoti dentin atau lapisan tengah gigi, dan pada akhirnya mencapai sementum alias akar gigi. Pemeriksaan gigi ini dilakukan untuk mengetahui tingkatan karies gigi yang terjadi pada anak-anak di desa Eco Wisata Burai. Pada kegiatan ini, diketuai oleh Bapak drg. Danny Kusuma Aerosta, M.K.M dan dibantu oleh kakak-kakak mahasiswa FKM Unsri. Orang tua dan nenek sangat antusias menemani anak atau pun sang cucu untuk berkonsultasi terkait gigi sang anak/cucu.
 
 
Menjelang siang, 15 mahasiswa semester 2 ini melakukan survey pengetahuan terkait Stunting dan penyuluhan keliling di desa sembari melihat keindahan desa wisata ini. Tak sabar untuk ketemu adek-adek Desa Burai Sabtu mendatang. Bergerak, berwisata dan bermakna, kita bisa rasakan pengalaman kampus merdeka dengan belajar di Desa Burai, Ogan Ilir.
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments