oleh

Kue Apem Berkuah, Jajanan Tinggi Kalsium Khas Kampung Bingen

Oleh: Febi Ananta Indah Cahyani & Riska Isnaini

 
Dtengah era munculnya berbagai jajanan modern seperti saat ini, banyak sekali jajanan tradisional yang sudah semakin sulit ditemukan karena kurangnya peminat. Jajanan tradisional, sebagai warisan kuliner nusantara, adalah suatu hal yang perlu terus dilestarikan. Jangan sampai generasi muda baik yang sekarang maupun yang akan datang nanti tidak mengetahui keberadaan jajanan tradisional dengan cita rasa yang tak kalah lezat dan unik dibandingkan dengan jajanan kekinian.
 
Kampung Pandai 13 Ulu, salah satu daerah yang masih aktif melestarikan berbagai panganan tradisional khas bingen ini terletak di kawasan Seberang Ulu II, Kota Palembang. Jika anda datang ke daerah tersebut, cukup mudah untuk menemukan makanan-makanan khas bingen, seperti Kue Apem Berkuah, Celimpungan, Laksan, Srikaya Ketan, dan masih banyak lagi. 
 
Panganan khas bingen ini merupakan resep turun-temurun dan masih diteruskan oleh nenek-nenek pelestari makanan bingen di daerah tersebut. Diantara banyaknya jenis makanan khas bingen, kali ini penulis akan membahas tentang kue Apem Berkuah, kue dengan tekstur empuk dan cita rasa kuahnya yang manis dan gurih. Penulis mempelajari secara langsung bahan-bahan dan proses pembuatan kue apem berkuah ini bersama Nenek Fatema yang tinggal di Lorong Agung 1, Kampung 13 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang. 
 
Nutrifact Kue Apem Berkuah
 
Kue Apem Berkuah khas bingen ini tak hanya sedap di lidah, tapi juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Kue Apem Berkuah ini merupakan makanan yang tinggi kalsium dan zat besi. Kandungan ini berasal dari bahan utamanya, yaitu tepung beras. 
 
Maka dari itu, mengonsumsi kue ini dapat membantu tubuh mencukupi kebutuhan kalsium dan zat besi, serta sebagai sumber energi untuk meningkatkan metabolisme pada tubuh. Tak lupa, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di dalam gula merah sebagai salah satu bahan kuahnya juga dapat membantu meningkatkan stamina. 
 
Bahan dan Proses Pembuatan
 
 
Proses pembuatannya tidak terlalu sulit dan bahan-bahan yang diperlukan pun mudah sekali ditemukan. “Kue apem ini mirip serabi, tapi bedanyo ini pake kuah. Adonannyo jugo pake tepung beras samo tape biar empuk. Nah, yang bikin unik ini apemnyo dibuat dak beraso, rasonyo ado di kuahnyo. Jadi, makannyo harus bekuah biar enak”, begitu kata nenek Fatema. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kue ini antara lain, yaitu 500 gr tepung beras, 1 sendok teh ragi, tape, dan air secukupnya. 
 
Penggunaan tepung beras dan tape dalam pembuatan kue apem ini bertujuan agar tekstur kue apem menjadi lebih ringan dan empuk. Sedangkan, bahan-bahan untuk membuat kuahnya, yaitu 100 gr gula merah, 500 ml santan, ½ sendok teh garam, ½ sendok teh cengkeh, ½ sendok teh rempah-rempah (kayu manis, kapulaga, dan pala), gula, dan air secukupnya.
 
 
Proses pembuatan kue apem berkuah ini sendiri tidak terlalu rumit. Hal pertama yang harus kita lakukan, yaitu membuat kue apem terlebih dahulu. Langkah yang pertama ialah campurkan tepung beras, tape, garam, dan ragi yang telah dilarutkan sampai semua bahan tercampur rata. Kemudian, tuangkan air sedikit demi sedikit sampai tekstur adonan berubah menjadi kental. 
 
Apabila tekstur adonan sudah mengental, maka siapkan cetakan bulat untuk membuat kue apem. Oles cetakan menggunakan minyak secukupnya karena jika terlalu banyak maka adonan tidak menyatu dan jika terlalu sedikit maka adonan akan susah dibalik atau menjadi lengket. Lalu, tuang adonan hingga memenuhi satu bulatan pada cetakan.
 
Tak perlu menunggu lama, apabila bagian bawah adonan sudah berwarna agak kecoklatan maka balik adonan sehingga kedua sisinya matang dengan sempurna. Apabila sudah matang, angkat adonan dan celupkan sekali pada air untuk menambah tekstur lembut saat dimakan. Untuk proses pembuatan kuahnya pun sangat mudah. Campurkan bahan-bahan yang telah disiapkan tadi menjadi satu. 
 
Kemudian, aduk sampai bahan tercampur rata. Kuah dari kue apem ini hanya disajikan ketika akan dikonsumsi agar makanan ini tidak cepat basi. Tekstur lembut serta rasanya yang manis dan gurih menjadikan Kue Apem Berkuah ini layak untuk dilestarikan dan diperkenalkan pada generasi muda yang lebih menyukai makanan modern seperti saat ini.
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments