oleh

Kuliner Khas Bingen Palembang: Ketan Serundeng, gurih dan kaya rempah dalam satu gigitan

Oleh: Syafira & Riska Isnaini

(Mahasiswi Gizi FKM Unsri & Volunteers Kampung Pandai 13 Ulu)

 
Serundeng, apa yang ada dibenak generasi Z jika mendengar kata-kata ini? Kami pun penasaran dengan makanan ini, yang telah nenek pelestari bingen sebut Ketan Serundeng. Penasaran kami menjadi berkah karena kali ini kami mengisi “liburan kuliah memberi makna” dengan mengikuti edukasi kuliner bingen di Kampung Pandai 13 Ulu. Disana tim kami menelusuri beberapa rumah nenek-nenek yang membuat makanan khas bingen dan berkesempatan langsung diajarkan bagaimana cara pembuatannya. 
 
Salah satu nenek yang mengajarkan kami ialah Nenek Fatema yang berada di Lr.Agung 1 Kelurahan 13 Ulu, ia mengajarkan kami bagaimana cara membuat Ketan Serundeng dengan bahan-bahan yang telah ia siapkan dan dengan telaten membagikan ilmunya kepada kami agar bisa meneruskan pelestarian makanan khas bingen tersebut. Bukan hanya ketan serundeng nenek Fatema juga mengajarkan kami cara membuat apem bekuah dan srikaya ketan. “Nenek juga jual kue-kue itu di sekitar kampung bingen inilah, kadang ado jugo yang mesen kue nenek buat hajatan dan acara-acara keluarga caktu” kata nek Fatema.
 
Photo by : Riska Isnaini
 
Membahas tentang bagaimana sih cara pembuatan ketan serundeng yang diajarkan oleh nek Fatma sendiri, tentunya makanan khas palembang ini juga sudah banyak tersebar di hampir setiap wilayah Indonesia dan bahan utama yang digunakannya hampir sama yaitu beras ketan dan kelapa parut, namun tidak menutup kemungkinan jika cita rasanya akan sama. 
 
Selain itu bahan yang diperlukan lainnya yaitu air masak, garam, gula, ketumbar, asam jawa, bawang putih yang telah dihaluskan, dan cabai merah yang telah dihaluskan juga. “Nenek idak make santan,makenya air biasa atau dak air matang, kalo ketannyo sudah dikukus setengah matang barulah diwadahi baskom terus siram air sedikit demi sedikit," ujar nenek Fatema yang berusia diatas 60 tahun ini.
 
Bahan-bahan Ketan Serundeng
Photo by : Riska Isnaini
 
Photo by: Syafira & Riska Isnaini
 
Nenek Fatma menjual satu buah ketan serundeng yang berada di plastik mika tersebut untuk menjaga higienis makanan, dengan harga Rp 2000 rupiah saja. Setiap hari, sang nenek membuat 50 kap Ketan Serundeng, yang akan dijual kembali oleh para penjual kue setiap paginya atau toko-toko kue makanan bingen disekitar Kampung 13 Ulu. Perut pun berbunyi, kami hampir lupa, belum sarapan pagi ini. Nenek Fatema tak segannya menawarkan kami sepiring ketan serundeng sesaat ketan serundeng masak. “Fresh from panci”, kami pun melahap makanan bingen ini.
 
Bukan hanya enak ternyata saat ditelusuri lagi banyak juga nutrifact atau manfaat dari kandungan yang ada pada bahan-bahan masakannya:
 
Parutan kelapa dimana terdapat banyak serat yang akan membantu untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menyerap kolesterol jahat dalam darah, membantu meningkatkan kekebalan tubuh,dan meningkatkan fungsi otak. 
 
Ketan yang banyak mengandung nutrisi tinggi dan bermanfaat mencegah datangnya penyakit, mencegah diabetes, peradangan, meningkatkan kepadatan tulang, meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. 
 
Selanjutnya ada kandungan karbohidrat dalam asam jawa yang tersimpan dalam bentuk gula, yang banyaknya hampir sama dengan 17 sendok teh. Jumlah gula tersebut cukup banyak untuk buah yang disebut asam. Salah satu manfaat asam jawa untuk kesehatan adalah untuk melancarkan pencernaan, kandungan antioksidan dalam asam jawa juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan masih banyak lagi.
 
Ketumbar yang menunjang dan meningkatkan produksi hemoglobin manfaat dari tingginya kandungan besi, mencegah penyumbatan pembuluh darah manfaat dari tingginya kandungan riboflavin, menyeimbangkan tingkat keasaman darah manfaat dari tingginya kandungan kalsium, dan masih banyak lagi kandungan-kandungan yang terdapat pada gula dan garam juga.
 
Nah mungkin kalau temen-temen yang lain berkeinginan untuk belajar juga nih sama nenek-nenek di kampung bingen gimana cara membuat makanan khas bingen lainnya bisa datang aja ke kampung 13 Ulu seperti tim kami tadi bersama nenek Fatema di Lr.Agung 1 Kelurahan 13 Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. 
 
( Instagram: makananbingen )
 
Editor: Najmah
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments