oleh

Santapan Berkuah Khas Palembang

Oleh: Haniah Rafifah, Aisyah Rizqiah Khairunnisa, Sita Nariswari dan Hizeria 

(Mahasiswi Gizi FKM Unsri & Volunteers Edukasi Kuliner Bingen di Kampung Pandai 13 Ulu)
 
 
Memperoleh kesempatan untuk menjadi volunteer pada gerakan pelestarian makanan bingen merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tak dapat terlupakan. Menelusuri kawasan Kampung Pandai 13 ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang dan dapat mengenal nenek-nenek yang ahli dalam membuat makanan khas bingen mengingatkan kami dengan kampung halaman. Sabtu, 18 Desember 2021, kami berkesempatan mengunjungi rumah nenek Aluya yang berada di Lorong Agung 1, Kelurahan 13 ulu, Kota Palembang. 
 
Senyuman nenek Aluya menyambut kedatangan kami, para etnografer makanan bingen. Selain belajar, kami pun memesan celimpungan dan laksan untuk kegiatan English Campung yang dilaksanakan oleh Kampung Pandai 13 Ulu selama liburan sekolah.
 
“Alhamdulillah, dengan kegiatan English Camps, kalian mendatangkan rezki buat kami," ujar nenek Aluya.
 
Nenek Aluya merupakan seorang pelestari makanan bingen yang berusia 56 tahun. “Sejak 3 tahun yang lalu sampai dengan sekarang, saya menjual beberapa makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat seperti nasi kebuli, celimpungan, dan laksan, biasanya saya juga menerima pesanan untuk acara-acara besar," ujar nenek Aluya.
 
Celimpungan dan laksan ini biasanya dijual Nenek Aluya dengan harga Rp 5.000 per porsi. Per satu biji, dijual Rp 1000, laksan dan celimpungan dari ikan kakap super ini. Nenek Aluya mengajarkan kami cara membuat celimpungan dan laksan dengan menggunakan resep turun menurun dari keluarganya.
 
Siapa sih yang gatau laksan dan celimpungan?
 
Laksan dan celimpungan merupakan makanan khas Palembang yang berbahan dasar ikan dan sagu. Sekilas dari bahannya seperti adonan pempek, namun bedanya laksan dan celimpungan disajikan dengan kuah santan beserta bumbu yang khas. Bahan untuk membuat adonan laksan dan celimpungan ini sama. 
 
“Iyo, adonannyo samo, tapi kalo celimpungan satu kilo ikan, setengah kilo sagu. Kalo laksan satu kilo ikan, satu kilo sagu” ujar Nek Aluya. Begitu pula dengan kuahnya, laksan dengan menggunakan bumbu merah sedangkan celimpungan dengan menggunakan bumbu kuning. 
 
 
Bahan laksan dan celimpungan
 
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat adonan laksan dan celimpungan berdasarkan resep dari Nenek Aluya yaitu 1 kg ikan kakap giling, 120 ml minyak, 2½ sdm garam, dan 1 kg sagu untuk laksan, dan ½ kg sagu untuk celimpungan. Untuk kuahnya, dibutuhkan 3½ liter air, 500 gram santan, 1½ sdm penyedap rasa, dan 1 sdm gula.
 
Bahan kuah laksan dan celimpungan
 
Laksan dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas, dengan kuah sedikti merah, membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut: 1½ ons bawang merah, ½ ons bawang putih, 8 buah cabai merah, lengkuas, ketumbar, jahe, dan kemiri secukupnya. Untuk membuat bumbu kuning kuah celimpungan dibutuhkan 1½ ons bawang merah, ½ ons bawang putih, kunyit, lengkuas, ketumbar, jahe, dan kemiri secukupnya.
 
Cara Pembuatan Laksan

1. Aduk rata ikan kakap yang telah dihaluskan, minyak, sagu, gula dan garam. Bentuk adonan menjadi bulat lonjong, kemudian masukkan adonan ke dalam panci berisi air yang telah mendidih.
 
 
2. Rebus adonan laksan hingga matang atau muncul ke permukaan panci.
 
3. Sembari menunggu adonan matang, untuk membuat kuah laksan, rebus air hingga mendidih lalu campurkan santan, bumbu merah beserta penyedap rasa. Masak kuah sembari diaduk agar santan tidak pecah.
 
 
4. Setelah adonan laksan matang, dinginkan adonan lalu potong-potong adonan dengan ukuran sesuai selera. Siapkan mangkuk saji, letakkan potongan laksan beserta kuahnya. Sajikan dengan bahan pelengkap seperti bawang goreng.
 
Cara Pembuatan Celimpungan

1. Aduk rata ikan kakap yang telah dihaluskan, minyak, sagu, gula, dan garam. Bentuk bulat adonan dan masukkan ke dalam panci berisi air mendidih.
 
2. Rebus adonan celimpungan hingga matang atau muncul ke permukaan panci.
 
 
3. Untuk membuat kuah celimpungan, rebus air hingga mendidih lalu campurkan santan, bumbu kuning beserta penyedap rasa. Masak kuah sembari diaduk agar santan tidak pecah.
 
 
4. Setelah adonan matang, dinginkan adonan lalu letakkan di mangkuk saji. Tuangkan kuah celimpungan. Sajikan dengan bawang goreng dan daun sop.
 
Nutri-Fact (Manfaat Gizi) dari Laksan dan Celimpungan

Rasa gurih dan aroma yang khas pada laksan dan celimpungan yang membuat makanan ini menjadi makanan yang digemari dari berbagai kalangan. Kandungan nilai gizi dalam satu buah laksan terdiri dari 90 kkal energi, 2,6 gr protein, 11,9 gr karbohidrat dan 3,8 gr lemak. Sedangkan untuk celimpungan terdiri dari 79 kkal energi, 2,6 gr protein, 9,2 gr karbohidrat dan 3,8 gr lemak. 
 
Kuah santan yang digunakan pada celimpungan dan laksan ini mengandung protein dan lemak nabati yang tinggi. Santan dapat menjaga kadar kolesterol yang baik (HDL) di dalam darah. Tubuh pun dapat terhindar dari penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung. Tetapi, untuk memperoleh manfaat santan yang baik tersebut harus menghindari konsumsi santan yang bersamaan dengan gula atau makanan tinggi kolesterol seperti jeroan atau daging berlemak. Yang perlu diperhatikan juga, kuah celimpungan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang, karena dapat merubah asam lemak tak jenuh (kolesterol baik/HDL) menjadi asam lemak jenuh (kolesterol jahat/LDL).
 
Tidak hanya pada santan, protein yang tinggi juga terkandung pada ikan kakap. Dengan kandungan asam lemak omega 3 (lemak baik), ikan kakap baik untuk nutrisi otak dan mengurangi resiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi. Kandungan kalium dan selenium pada ikan kakap berfungsi untuk melancarkan metabolisme tubuh dan menangkal senyawa radikal bebas. Ditambah lagi dengan bumbu yang kaya akan rempah-rempah sebagai penguat rasa, pemberi aroma dan warna pada laksan dan celimpungan. Dalam satu porsi laksan dan celimpungan yang dijual Nenek Aluya terdiri dari 3 buah laksan maupun celimpungan. 
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments