oleh

Kue Srikaya Ketan, Rasa Manis Pandan yang Berpadu dengan Gurihnya Ketan

Oleh: Nanda Irwantika&Riska Isnaini

 
Di zaman sekarang, sering kita jumpai kue dua atau lebih lapisan dengan rasa yang berbeda, seperti brownie coklat keju, kue lapis pelangi, dan lain sebagainya. Namun sebagai catatan, makanan kuliner bingen telah ada sejak dulu, yang kita sebut Srikaya Ketan. 
 
Kue srikaya ketan ialah kue dengan dua lapisan rasa dan bahan yang berbeda, lapisan atas kue ini dibuat dengan bahan utama santan, telur, dan pandan sedangkan, bagian bawahnya dibuat dengan ketan yang dimasak dengan santan. 
 
Kali ini, perjalanan tim etnografi kuliner bingen mengetok pintu rumah Nenek Fatema di Lorong Agung 1 Kampung 13 Ulu, Seberang Ulu II Palembang untuk belajar cara membuat Srikaya Ketan. 
 
Setiba di rumah nenek, kami langsung disuguhkan sepiring kue srikayo ketan, nenek bilang “cicipalah dulu kue srikaya ketan, sebelum kita belajar cara membuatnya”. Tak ragu, kami melahapnya. Nenek bilang, cara membuatnya tidaklah sulit, nenek Fatema mengajarkan kami satu-persatu bahan-bahanya dan mempraktekkan cara pembuatannya.
 
Nutrifact Kue Srikaya
 
Kue srikaya ketan contohnya, kuliner bingen ini telah dibuat secara turun temurun oleh nenek pelestari makanan tradisional khas palembang atau yang kerap kali disebut makanan bingen. Tak hanya rasanya yang manis dan gurih, kue ini juga memiliki serat yang bagus untuk pencernaan serta kalsium yang bagus untuk tulang dan gigi, kedua manfaat ini didapatkan dari ketan kue tersebut. Manfaat lainnya yaitu diperoleh dari daun pandan yang dapat menjaga tekanan darah.
 
Bahan-bahan Kue Srikaya Ketan
 
Bahan untuk pembuatan kue ini yakni diantaranya ketan yang direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 2 jam untuk mempermudah proses memasak. Lalu adonan ketan direbus dan ditambah dengan santan, seperti adonan nasi uduk. Setelah adonan ketan setengah matang, ketan ini lalu dikukus secara tradisional, untuk mendapatkan cita rasa gurih dan lembut. 
 
Setelah ketan matang, lalu ketan diletakkan diloyang segi empat, dan ditekan-tekan dengan alat yang tebuat dari kayu. Hal terpenting dalam proses pembuatan kue ini yaitu pemadatan ketan yang telah dimasak ke dalam loyang sebelum dituangkan adonan kue srikaya, ini bertujuan untuk mencegah adonan kue srikaya menyatu dengan ketan yang masih lembut karena belum dipadatkan sehingga terbentuk endapan.
 
Untuk adonan srikayanya, bahan-bahanya adalah: gula 250 gram, santan kental 500ml, garam secukupnya dan  6 butir telur. 
 
Informasi ini kami ketahui dari salah satu nenek pelestari makanan bingen yaitu nenek fatma, beliau merupakan seseorang yang hingga saat ini masih menjual makanan tradisional Palembang seperti kue apem bekuah, celimpungan, laksan, ketan serundeng dan masih banyak lagi.
 
 
Menurut beliau, tidak semua kue srikaya ketan yang dibuat orang lain memiliki rasa yang sama dikarenakan dalam proses pembuatan kue ini seharusnya sama sekali tidak menggunakan tepung sedangkan, banyak kue srikaya ketan yang dijual menggunakan bahan dasar tepung, oleh sebab itu rasa dan teksturnya berbeda.  Hal penting lainnya, santan yang digunakan adalah santan kental, bukan encer, sehingga adonan srikaya tidak turun ke adonan ketan ketika dicetak.
 
Langkah-langkah pembuatan kue srikaya ketan 
 
Pertama,  beras ketan direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 2 jam 
 
Kedua, campurkan telur, gula, rebusan daun pandan(bisa menggunakan pasta pandan sebagai pewarna hijau) dan santan kental lalu diaduk dengan alat kmixer atau bisa menggunakan pengaduk manual (alat kocokan telur).
 
Ketiga, rebus ketan hingga matang, lalu tambahkan garam dan santan kemudian dikukus.
 
Dan Keempat, ketan yang telah dikukus kemudian dipadatkan kedalam loyang lalu tuangkan adonan srikaya yang telah diaduk kemudian kukus lagi.
 
Kelima, setelah matang, kue didinginkan terlebih dahulu, lalu dipotong dan dihidangkan.
 
 
Food Photografer: Riska Isnaini
 
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments