oleh

Sikapi Kekeringan, Rumah Zakat Berbagi Air Kehidupan

-Sosial , dibaca 1293 x

LAJU SUMSEL, PALEMBANG -- Musim kemarau yang berkepanjangan mengabaikan masyarakat sulit mendapatkan air bersih, tidak terkecuali di Palembang dan sekitarnya. Sehingga kondisi menginisiasi Relawan Rumah Zakat Sumsel untuk melaksanakan program berbagi air kehidupan.

Rumah Zakat Menurunkan relawan untuk menyalurkan 19.000 liter berbagi air di daerah kelurahan Sukajadi Kabupaten Banyuasin, Kp. Serang Sukamulya Kecamatan Sematang Borong dan Purwodadi Kecamatan Sukarame Palembang (4/10). 
 
 
Warga menyambut kedatangan air bersih dengan penuh antusias, terlihat saat warga yang sudah membawa ember, derijen dan berbagi tempat air yang lainnya, salah satunya Nur Hayati warga Sematang borang.
 
"Terima kasih semua donatur Rumah Zakat Sumsel karena kedatangan air bersih ini kami sangat terbantu terutama untuk kebutuhan rumah tangga kami". Ucap ibu Nur Hayati (50)
 
Sementara itu di Ibu Yati warga Sukajadi bahagia mendapat bantuan air bersih. Ia juga merekomendasi untuk mengisi air di tempat tampungan masjid karena dibutuhkan untuk wudhu dan aktivitas lainnya.
 
 
"Alhamdulillah, terima kasih rumah zakat dan semua donatur karena air bersih ini kami bisa mencuci beras dgn air yang bagus". turunya.
 
Gadis Relawan mengakatkan bahwa Dalam dua bulan terakhir, warga yang terdampak kekeringan di Tanah Air semakin banyak, data informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada periode 14-21 September 2023 menunjukkan, sedikitnya 166.415 jiwa yang mengalami krisis air bersih.
 
"Rumah Zakat terus berupaya melakukan penyaluran air bersih ke beberapa titik wilayah di Indonesia. Alhamdulillah sebanyak 19.000 liter air bersih telah dalam pekan ini. Terima kasih atas kepercayaan sahabat, kami masih membuka kesempatan bagi sahabat yang ingin berpartisipasi dalam program sedekah air bersih", tutupnya
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments