oleh

Liburan Kuliah Memberi Makna: ENGLISH C(k)AMPung dan Edukasi Kuliner Bingen di Kampung Pandai 13 Ulu

-Sosial , dibaca 199 x

Palembang – Ketika ada yang bertanya, “Kamu liburan kuliah dimana Zihan?” Jawab saya, “Di Kampung 13 Ulu”. Liburan kuliah memberi makna, ini menjadi hastag kami para mahasiswi Universitas Sriwijaya, yang didominasi mahasisiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri, untuk turun ke Kampung 13 Ulu selama liburan kuliah semester ini. Hari ini, 18 Desember 2021, merupakan hari pertama kami terjun ke Kampung 13 Ulu.

Kampung Pandai 13 Ulu, yang diinisiasi Najmah sejak 2019,  pada kegiatan tahun ini (2021) dengan sejumlah organisasi mahasiswa yang ada di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, termasuk BEM KM FKM Universitas Sriwijaya, GEO FKM UNSRI, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (HIMKESMA FKM UNSRI) dan organisasi mahasiswa lainnya. 
 
 
Selain itu terdapat pula beberapa instansi yang turut berkolaborasi dalam kegiatan ini seperti Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (IKA FKM UNSRI), Laju Sumsel, BPJS Ketenagakerjaan serta Syamil Printing Shop yang berlokasi di 26 Ilir. Pada kegiatan English CAMPung ini, ada dua program utama yang dilakukan, yaitu English Camps yang diketuai oleh Happy Mira Jordanti dan Edukasi Kuliner Bingen yang diketuai oleh Riska Isnaini.
 
Kegiatan English Camps diikuti oleh 40 mahasiswa Universitas Sriwijaya terkhususnya mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Bubble I dilaksanakan di Lorong Waspada, bekerjasama dengan Karang Taruna 13 Ulu, Bubble II, III dan IV dilaksanakan di Lorong Agung 1, Lorong Beringin Jaya, dan Lorong Sehat bekerjasama dengan ibu-ibu di Kampung 13 Ulu, Cek Kokom, Cek Yeyen dan Cek Paulina. 
 
Pelaksanaan English Camps dilakukan selama liburan sekolah tepatnya padahari Sabtu dari tanggal 18 Desember 2021 hingga 15 Januari 2022 mendatang. Peserta dapat mengikuti English Camps secara gratis dan target dari kegiatan ini adalah anak-anak kelompok usia sekolah dasar yang bertempat tinggal di lorong-lorong tersebut.
 

 
Pada edukasi kuliner bingen, setelah menerbitkan buku pertama, Palembang Heritage Food: The insider stories, tim bingen kembali turun melakukan etnografi studi untuk menuliskan buku kedua, Resep Kuliner Bingen dan Khas Palembang. Tim ini terdiri dari 10 mahasiswi semester awal dan akhir program studi Gizi FKM Unsri, berkolaborasi satu sama lainnya. 
 
Tim ini juga yang mempersiapkan kuliner bingen yang disajikan untuk anak-anak English Camps selama kegiatan yang dibuat oleh nenek pelestari bingen di Kampung 13 Ulu. Menu pertama untuk kakak-kakak sukarelawan dan adek-adek peserta English Camps adalah ketan serundeng, srikayo ketan, celimpungan dan laksan, yang dibuat oleh nenek Fatema dan Aluya di Lr Agung 1, kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
 
Pada Sabtu, 18 Desember 2021, menjadi minggu pembukaan English Camps yang diikuti total 150 anak yang terbagi di 4 bubbles, tim volunteers menjelaskan materi tentang salam dalam bahasa Inggris (the greetings), kosakata tentang Subjek serta praktik cuci tangan dan menyanyikan lagu-lagu, seperti “I am special”, “Greeting songs” dan “Rub, Wash and Dry hand”. Dan pada hari Sabtu minggu depan akan, ada topik lainnya seperti Aku sayang tubuhku, Aku sayang sungaiku dan makanan sehat. 
 
Fokus pada kegiatan English Camps adalah mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin ke anak-anak tingkat sekolah dasar dan juga melakukan promosi kesehatan, termasuk Aku adalah Bos Tubuhku, untuk mencegah pelecehan seksual pada anak, dan Aku Sayang Sungaiku untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan kebersihan sungai. Ada pesan kesehatan disetiap pertemuan selain belajar bahasa Inggris dengan cara menyenangkan.
 
Antusiasme masyarakat, terutama ibu-ibu yang menemani anak-anak dalam kegiatan ini juga sangat tinggi. “dek, kalu bisa emak-emak diajarkan bahasa Inggris juga”, “dek, kami akan sangat senang, emak-emak terbantu, apalagi kegiatan ini gratis, caro emak-emak cari yang gratisan”. Pada kegiatan ini tidak hanya anak-anak kampung 13 Ulu saja yang mendapat manfaat dari kegiatan ini, tetapi juga nenek-nenek pelestari makanan bingen dan orang tua dari kampung 13 Ulu juga mendapatkan keberkahan dari kegiatan ini. 
 
Harapan untuk kedepannya semoga kegiatan English CAMPung ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat membantu mengembangkan pengetahuan tentang berbahasa Inggris dengan baik serta menjadi motivasi anak-anak untuk tahu bahwa menguasai Bahasa Inggris itu penting, untuk mempersiapkan masa depan mereka. Anak-anak dan mahasiswi pun bisa mengenal kuliner bingen yang sehari-hari mudah temui di Kampung 13 Ulu agar kuliner makanan bingen ini tetap ada dan terus dilestarikan.
 
 
Persiapan pembuatan Srikayo Ketan dan Ketan Serundeng di rumah Nenek Fatema. Lorong Agung 1, Kelurahan 13 Ulu Palembang (Photo: Riska Isnaini).
 
Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan ke volunteers English CAMPung di Lorong Jaya, Keluarahan 13 Ulu
(Photo: Riska Isnaini).
 
Reportase: Nur Zihan Ariqa, Happy Mira Jordanti & Riska Isnaini
 
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments