oleh

Pentingnya Edukasi Memilah Sampah Pada Anak Sejak Dini

-Opini, dibaca 708 x

Series: Lesson to Learn from English Camps 2024

oleh : 
M. Zakaria Ridho Setiawan, Miftah Syafira Arindya, Suci Ramadhani, Kayla Lutfun Nisa, Gloria Audrey Christanty Sinambela, Siti Azzahra, M. Farhan Rasyid, Siti Sarah Al-Azannah
(Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, FKM Unsri)
  
 Gambar: Sampang yang menumpuk di pinggir jalan raya (Dokumentasi tim penulis)
 
Indonesia, sebagai salah satu negara yang menghasilkan banyak sampah, menghadapi tantangan serius. Jumlah sampah terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebersihan lingkungan menjadi aspek krusial dalam manajemen kesehatan, terutama mengingat kondisi lingkungan yang mempengaruhi kesejahteraan individu dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu dan masyarakat untuk menerapkan perilaku yang bertanggung jawab dalam membuang sampah, demi kesejahteraan bersama.
 
Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutananan pada unit menyampaikan data capaian yang didapatkan dari hasil penginputan data yang dilakukan oleh 112 Kabupaten/kota se-Indonesia pada tahun 2023.  Timbulan sampah mencapai 18,081,278.88 (ton/tahun) dengan pengurangan sampah sebesar 16.18% yaitu 2,925,025.53 (ton/tahun), penanganan sampah yang dilakukan sebesar 50.74% yaitu 9,174,646.60 (ton/tahun), lalu sampah yang terkelola berjumlah 66.92% yaitu 12,099,672.13 (ton/tahun) dan sampah yang tidak terkelola berjumlah 33.08% yaitu 5,981,606.75 (ton/tahun) (baca lanjut: https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/).
 
Berikut adalah beberapa observasi tim mahasiswa FKM Unsri selama English Camps di kelurahan 24 dan 26 Ilir di Kota Palembang:
 
FOTO 1: Sisa Pembakaran Sampah 
  
Gambar 1: Sisa pembakaran sampah yang dibiarkan berserakan (Dokumentasi tim penulis)
 
Parit yang seharusnya menjadi saluran air agar tidak tersumbat malah dijadikan tempat pembuangan sampah, hal ini menunjukkan akibat dari kurang nya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Apabila saluran air ini tersumbat dapat menyebabkan terjadinya banjir dan bisa merugikan masyarakat di daerah itu sendiri.
 
FOTO 2:  Sampah di Pot Tanaman
  
Gambar 2: Sampah-sampah yang berserakan di pot tanaman (Dokumentasi tim penulis)
 
Bahkan pot yang seharusnya menjadi tempat untuk tanaman juga digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan tidak menyadari efek negatif dari perilaku tersebut. Edukasi yang tepat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan cara-cara yang ramah lingkungan dapat membantu mengubah perilaku masyarakat. Memahami bahwa pot tanaman adalah tempat yang baik untuk menumbuhkan kehidupan hijau dan menyegarkan udara sekitar dapat membuat orang lebih cenderung memanfaatkannya dengan benar.
 
FOTO 3: Fasilitas Kotak Sampah yang Tidak Digunakan
  
Gambar 3: Tersedianya fasilitas kotak sampah namun tidak digunakan sebagaimana mestinya (Dokumentasi tim penulis)
 
Masalah sampah terus menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh banyak masyarakat di seluruh dunia. Meskipun tong sampah tersedia, seringkali kita masih menemukan sampah berserakan di berbagai tempat. Banyak orang yang membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan keberadaan tong sampah yang tersedia di sekitar mereka. Padahal sudah tersedia infrastruktur yang memadai untuk penanganan sampah. Tong sampah yang ditempatkan dengan strategis, jelas diberi label sesuai jenis sampah, dan dijaga kebersihannya akan mendorong masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
 
FOTO 4: Kegiatan Praktik Edukasi Memilah dan Membuang Sampah 
  
Gambar 4: Praktik edukasi kepada adik-adik terkait memilah dan membuang sampah yang benar di Kampung Sayur Cempako, 26 Ilir (Dokumentasi tim penulis)
 
Melihat banyaknya faktor-faktor yang memicu membuang sampah secara sembarangan, maka dari itu diperlukannya edukasi memilah dan membuang sampah sejak dini kepada anak-anak. Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, anak-anak merupakan target utama edukasi karena usia dini adalah masa emas dimana anak-anak berada di fase pembentukan karakter dan dapat menyerap informasi dengan cepat sehingga edukasi memilah sampah penting bagi anak-anak untuk mengetahui jenis-jenis tempat sampah dan kegunaannya, serta meningkatkan kesadaran pada masyarakat sedini mungkin.
 
Jika saya seorang Peneliti Epidemiologi: "Pola Perkembangan dan Dampak Jangka Panjang Strategi Intervensi terhadap Penumpukan Sampah: Studi Kohort di Daerah Rusun”.
 
Jika saya seorang peneliti maka untuk mengatasi permasalahan pada sampah yang menumpuk di daerah sekitar tempat tinggal masyarakat, yaitu dengan menggunakan studi design kohort, seperti:
 
1. Dengan menggunakan studi design kohort dapat membantu kami dalam mengumpulkan data dari sekelompok orang dengan karakteristik yang sama. Kemudian kami dapat mengamati hubungan antara paparan dan hasil kesehatan.
 
2. Dengan studi design ini memungkinkan bagi kami untuk mengidentifikasi pola perkembangan dan juga untuk melakukan analisis prospektif mendalam terhadap dampak jangka panjang dari strategi intervensi yang diimplementasikan dalam mengatasi permasalahan sampah menumpuk.
 
Tentunya dengan menggunakan studi design ini juga terdapat beberapa kekurangan seperti:
 
1. Penggunaan waktu dan biaya akan lebih banyak
 
2. Dapat kehilangan subjek selama dilakukannya pengamatan. Sehingga dapat mengurangi validitas penelitian ini.
Variabel yang di gunakan dalam penelitian ini:
 
1. Volume sampah: jumlah keseluruhan sampah yang di hasilkan dalam periode tertentu.
 
2. Komposisi sampah: Proporsi dari setiap jenis sampah.
 
3. Tingkat pencemaran lingkungan: pencemaran yang terjadi akibat penumpukan sampah.
 
Lesson to learn: Edukasi memilah sampah merupakan usaha preventif dan langkah yang tepat untuk mencegah adanya kejadian membuang sampah sembarangan ketika tempat sampah sudah tersedia. Upaya edukasi sejak dini tentang pentingnya memilih dan memilah sampah akan membentuk kebiasaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, contohnya pemahaman tentang membuang sampah sesuai jenis dan ketegorinya, pemahaman tentang membuang sampah harus ditempat yang disediakan, dan pemahaman tentang dampak buruk jika membuang sampah sembarangan. Pembentukan kebiasaan pada anak mulai dari sejak dini tidak lepas dari perannya orangtua dan lingkungan sekitar anak terhadap perilaku dan kebiasaan mereka. Orangtua sendiri merupakan tempat pendidikan pertama yang mendasar bagi anak sehingga dari situ partisipasi orangtua menjadi sebuah indikator penting untuk dapat menciptakan generasi muda yang bermoral dan beretika.
 
Editor: Najmah
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments