oleh

Mari Ketahui Apa Itu Malaria?

-Opini, dibaca 1409 x

 Oleh

1. Wanda Amadea (10011182126011)
2. Aisyah Balqis M. Torik (10011282126076)
3. Anggun Buana Wibowo (10011282126079)
4. Jihan Nabila (10011282126080)
5. Rina Febriana (10011382126181)
 
 
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai risiko malaria karena 80% kabupaten atau kota di Indonesia adalah endemis malaria. Sekitar 15 juta penduduk indonesia diobati karena malaria pada setiap tahunnya. Kementerian kesehatan mencatat, jumlah kasus malaria pada tahun 2023 per bulan april sebanyak 55.525 kasus. Mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 443.530 kasus. Provinsi papua, NTT, dan papua barat merupakan provinsi mayoritas kejadian malaria.
 
Malaria merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh parasit plasmodium yang hidup dan berkembangbiak di dalam sel darah manusia. Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Gejala malaria biasanya timbul dalam waktu 10-15 hari setelah terkena gigitan nyamuk. Namun ada kalanya gejala baru akan muncul setelah beberapa bulan karena parasit penyebab malaria bisa bertahan dalam keadaan tidak aktif dalam tubuh.
 
GEJALA
 
Penderita malaria akan mengalami gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, keringat berlebihan, lemas, pegal linu, mual, muntah, nyeri perut, diare, BAB berdarah, dan serangan gejala malaria yang terdiri dari tiga tahap selama 6-12 jam. Tahap-tahap ini dimulai dengan menggigil diikuti oleh demam dan sakit kepala. Setelah itu penderita akan berkeringat banyak dan merasa lemas hingga suhu tubuh kembali normal. Gejala malaria dapat muncul dalam siklus yang teratur, entah setiap 3 hari (malaria tertiana) atau 4 hari (malaria kuartana).
 
PENGOBATAN
 
Pengobatan dari penyakit malaria disesuaikan dengan jenis malaria, tingkat keparahan gejala, dan kondisi pasien yang terjangkit. Penderita malaria ringan yang disebabkan oleh plasmodium vivax akan diberikan obat rawat jalan berupa ACT atau obat chloroquine dan ditambahkan pula obat primaquine untuk mencegah kekambuhan penyakit malaria. Penderita dengan malaria gejala sedang yang disebabkan oleh plasmodium falciparum akan dirujuk ke ruang non-ICU rumah sakit. Sedangkan penderita yang memiliki gejala berat akan langsung dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk diberikan obat melalui suntikan selama 24 jam pertama. 
Jika Anda memiliki jadwal untuk berkunjung ke daerah endemik malaria seperti di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua, Papua Barat dan Maluku serta di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera Anda dianjurkan untuk mengonsumsi obat pencegah malaria. Obat tersebut diminum 1 minggu sebelum kepergian dan 4 Minggu setelah kepulangan. Obat ini harus diminum setiap hari pada jam yang sama dengan hari-hari sebelumnya.
 
PENCEGAHAN
 
Malaria dapat dicegah melalui cara-cara berikut ini:
 
1. Hindari kontak manusia dengan nyamuk terutama nyamuk anopheles;
 
2. Melakukan pemusnahan larva dan parasit malaria;
 
3. Gunakan kelambu saat tidur;
 
Penggunaan kelambu secara teratur bisa mengurangi angka kejadian penyakit malaria.  Penggunaan kelambu pada malam hari merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit malaria.  Namun sebagian orang tidak suka menggunakan kelambu karena merasa kepanasan dan membuat kondisi tidur menjadi tidak nyaman.
 
4. Gunakan obat nyamuk;
 
Malaria juga dapat dicegah dengan menggunakan obat nyamuk.  Hal ini menjadi pilihan bagi yang belum terbiasa menggunakan kelambu.  Selain harganya yang murah obat nyamuk juga mudah ditemukan di pasaran.
 
5. Batasi kebiasaan keluar rumah saat malam hari
Membatasi kebiasaan keluar rumah pada malam hari dapat menjadi langkah mencegah terkena malaria.  Orang yang mempunyai kebiasaan keluar rumah pada malam hari mempunyai kemungkinan 4,7 kali lebih besar terkena penyakit malaria karena berisiko lebih besar terkena gigitan nyamuk anopheles.
 
Referensi:
https://rs-soewandhi.surabaya.go.id/penyebab-gejala-dan-pengobatan-malaria/ 

Sandy, S. and Ayomi, I. (2018) ‘Gambaran Pengetahuan, Perilaku dan Pencegahan Malaria Oleh Masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya’, Journal of Health Epidemiology and Communicable, 

Saleh, S., Lieske, B., Tukayo, A., Nurfadillah, E., & Farmasi, J. (2023). PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DALAM PENGOBATAN MALARIA DI KELURAHAN BENYOM JAYA KABUPATEN JAYAPURA (The Use of Traditional Medicines as antimalaria in Benyom Jaya Subdistrict, Jayapura Regency) (Vol. 15, Issue 1).
 
Sani Elbands, E., Fatriyadi, J., Fakultas Kedokteran, S., Lampung, U., Ir Sumantri Brojonegoro No, J., Meneng, G., Rajabasa, K., & Bandar Lampung, K. (n.d.). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA VIVAX. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
Septiana, E., Bustanussalam, B., Rachman, F., Hapsari, Y., & Simanjuntak, P. (2017). Potensi Ekstrak Kapang Endofit Asal Rimpang Kunyit Sebagai Antimalaria dan Antioksidan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 7(1).
 
https://doi.org/10.22435/jki.v7i1.5669.1-9
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments