oleh

Mengapa Pedoman Isi Piringku Penting untuk Mencegah Stunting pada Balita?

-Opini, dibaca 1852 x

Oleh

Adiella Batrisyiah, Andismalia Nursepa Pebriani, Annisa Fadhila Karuniati, Ayu Kurniawati, Annisa Tri Tifani, Dhea Sadilla Anggrahaeni, Efrisa Anindita, Elfira Ade Audria,  Khoirunisa Manda Jayanti, Riska Anugrah, Sashi Kirana Zaharani, & Sulistia Veriska
 
Mahasiswa Prodi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri
 
 
Isi Piringku merupakan program bagi masyarakat dalam memahami bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Porsi Isi Piringku terdiri makanan pokok yakni sumber kabohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring. Untuk setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi 1/3. Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan menerapkan Isi Piringku. Stunting dapat dicegah sejak awal dengan menerapkan Isi Piringku. Terpenuhinya syarat nutrisi yang baik berasal dari berbagai jenis makanan yang dikonsumsi.
 
Masyarakat di Indonesia masih banyak yang kurang paham tentang gizi yang baik dan seimbang. Dilihat dari masih adanya temuan kasus gizi buruk di masyarakat Indonesia. Padahal Indonesia kaya akan hasil bumi yang dapat menjadi sumber gizi utama yang baik pada generasi penerus bangsa. Banyaknya anak yang mengalami gizi buruk menunjukkan ketidakpahaman orang tua dan masyarakat dalam memahami pentingnya gizi yang baik dan seimbang sebagai acuan pola hidup sehat, bukan hanya untuk orang dewasa tetapi juga sejak berada dalam kandungan.
 
Pemberian MPASI yang kurang tepat akan menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang bayi serta pemenuhan nutrisi yang tidak tercukupi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah pengetahuan pengasuh tentang pemberian MPASI. Mulai dari frekuensi pemberian, usia pemberian yang tepat dll. Ada pula yang hanya asal memberikan makanan tambahan tanpa tahu bagaimana tekstur yang harus diberikan sesuai usianya. Selain hal tersebut terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemberian MPASI pada balita seperti faktor individu, faktor orang tua dan keluarga, dan juga faktor kebijakan.
 
Survey Etnografi
 
Survey “Isi Piringku” dilakukan di 4 daerah yaitu Desa Bakung, Desa Kemuning, Kemuning dan Lorok Pakjo yang berada  di kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir. Survey ini dilakukan dengan metodologi survei cepat. Pengambilan sampel secara klaster dua tahap, dimana untuk tiap wilayah diambil masing-masing klaster diambil sebanyak 6-12 orang responden. Pedoman survei dan wawancara dibagi sesuai sasaran masing masing. Kuesioner yang digunakan berisi karakteristik responden dan pengetahuan isi piringku sesuai dengan golangan umur. 
 
 
Apa yang ibu ketahui mengenai Isi
Piringku untuk anak balitanya?
 
1. Persepsi dan Pengetahuan Ibu Tentang Isi Piringku 
 
Pengetahuan gizi adalah pengetahuan terkait makanan dan zat gizi. Sikap dan perilaku ibu dalam memilih makanan yang akan di konsumsi oleh balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah tingkat pengetahuan. Pengetahun gizi ibu yang kurang dapat menjadi salah satu penentu status gizi balitanya berdasarkan hasil survey dengan wawancara mendalam di ketahui Sebagian besar dari ibu balita belum mengetahui prinsip isi piringku dan hanya mengetahui MP-ASI. “Hehe kalau untuk takarannya sih kurang ini ya apa ya kayanya belum kayakanya belum memenuhi kriteria” jawab Ny.A salah satu responden Ketika ditanya apakan MP-ASI yang diberikan sudah mencukupi zat gizi mikro dan makro. 
 
2. Praktik Pemberian MP-ASI
 
Pengenalan awal makanan tambahan untuk bayi penuh dengan risiko besar. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi ditemukan jenis MP-ASI yang diberikan pada bayi/balita adalah MP-ASI lokal yang di olah sendiri oleh ibu dan MP-ASI pabrikan yang dibeli secara mandiri yang diberikan bergantian dalam sehari. Sebagian besar dari ibu balita lebih memilih untuk mengolah sendiri MP-ASI yang akan diberikan untuk anak mereka.cara pengolahan seperti merebus, menggoreng yang kemudian di haluskan. “Biasanya dipenyet atau dilumatkan gitu pake plastik. Sering ni kasih nasi, nah ubi ini, wortel. Pernah juga dikasih apel, apelnya tu dipotong-potong sudah tu masuk ke dalam kantong plastik abis itu ditumbuk biar halus karena kalau pakai blender kan listriknya” jawaban Ny.E berkaitan dengan permbarian MP-ASI untuk anaknya. 
 
3. Kesesuaian MP-ASI dengan Isi Piringku 
 
Makanan pendamping air susu ibu adalah jenis makanan yang dibuat secara khusus baik dari segi tekstur,rasa, bahan menyesuaikan dengan kondisi saluran pencernaan bayi. pemberian MPASI yang terlalu awal yaitu pada bayi berumur kurang dari enam bulan sangat merugikan karena akan menurunkan konsumsi bayi terhadap ASI dan menyebabkan gangguan pencernaan. Pemberian MPASI dengan tepat dan benar akan mendukung tumbuh kembang bayi baik kognitif psikomotorik dan menumbuhkan kebiasaan makan yang baik.
 
“Paling cuma wortel, kentang be yang dio galak, selain itu dak galak, nasi cuma samo kentang, wortelnya dilepeh” jawaban Ny. LA mengenai makanan yang digunakan untuk MP-ASI 
Berdasarkan hasil wawancara didapatkan informasi bahwa rata-rata ibu balita masih belum memberikan MPASI sesuai dengan isi piringku. Sebagian besar ibu lebih memilih untuk mengolah sendiri MP-ASI untuk anaknya. Menu MPASI yang diberikan kepada bayi hanya berdasarkan dengan kesukaan bayi atau apa yang hanya bayi ingin makan. 
 
Editor: Najmah, Indah Purnama Sari dan Ardhia Valda Gatari
 
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
Piagam 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments