oleh

Gunung Dempo Level Waspada, Daerah Tetangga Keluarkan Travel Warning

-Daerah, dibaca 278 x

LAJU SUMSEL, PAGAR ALAM - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Dempo di Sumatera Selatan dari level 1 (Normal) menjadi level 2 (Waspada). 

Peningkatan status ini terhitung sejak Jumat, 7 Januari 2022 sejak pukul 10.00 WIB. 
 
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan Ansori di Palembang mengatakan, bahwa lembaganya sudah berkoordinasi dengan pemerintahan di Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang terkait status baru dari Gunung Dempo ini. 
 
“Kami meminta semua pihak terkait untuk meningkatkan kesiapan mengingat status Waspada gunung Dempo," kata Ansori pada awak media Jumat lalu. 
 
Ansori juga menyampaikan agar semua pihak tidak perlu panik karena level status gunung api ini karena masih ada dua tingkatan lagi yakni Siaga dan Awas. 
 
“Memang sudah tidak berstatus normal lagi, tapi belum masuk status Siaga atau Awas," tambahnya. 
 
Atas peningkatan status itu, masyarakat maupun wisatawan atau pendaki di himbau untuk tidak beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1 km dari kawah, serta arah bukaan kawah sejauh 2 KM ke sektor utara. 
 
Selama penetapan status ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan terus mengevaluasi aktivitas Gunung Dempo sebagai langkah antisipasi jika terjadi kenaikan aktivitas vulkanik yang lebih signifikan. 
 
Sementara itu, berdasarkan surat yang dikirimkan Kementerian ESDM kepada pemerintahan di Sumsel diketahui selama 1 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, pada saat cuaca cerah tidak teramati adanya hembusan asap gas dari arah kawah Dempo. 
 
Pada 3 Januari 2022 teramati hembusan gas dari arah kawah berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari atas puncak (kawah). 
 
Jenis gempa yang terekam selama periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 (Lampiran 1) yaitu Gempa Hembusan, Low Frequency, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 – 2 mm (dominan 0.5 mm) mulai terekam pada tanggal 4 hingga 6 Januari 2022. 
 
Pengamatan visual menunjukkan adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah seiring dengan kemunculan getaran tremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal. 
 
Hasil spektogram gempa Gunung Dempo dari tanggal 1 hingga 6 Januari 2022 menunjukkan energi gempa frekuensi rendah yang meningkat sejak tanggal 3 Januari 2022, yang berasosiasi dengan adanya input fluida yang bersifat mendadak (tidak gradual) dan terespon langsung ke permukaan. 
 
Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak. 
 
Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah,bahkan terhitung 1-6 Januari 2022, embusan gas terus terjadi dan membuat permukaan gunung tertutup kabut. 
 
Sementara itu Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan Assilawati, SE, M.Si mengimbau warga Bengkulu Selatan yang berniat berwisata ke Gunung Dempo atau kawasan Kota Bunga dan sekitarnya, menunda rencana perjalanan lantaran perhitungan yang dilakukan tim pemantau bahwa erupsi Gunung Dempo dapat menjangkau hingga 3 kilometer. 
 
“Kami sudah mendapatkan surat resmi dari tim pemantau aktivitas Gunung Dempo. Gunung berapi tertinggi di Sumsel tersebut mengalami peningkatan status erupsi. Demi keselamatan, kami imbau warga Bengkulu Selatan yang mau berkunjung ke Pagaralam menunda dulu perjalanannya,” ujar Assilawati di kutip dari Radar Kaur.Com. 
 
Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Dempo juga membuat BPBD Bengkulu Selatan meningkatkan kesiapan para personel mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi letusan Gunung Dempo, tim BPBD Bengkulu Selatan siap memberikan bantuan evakuasi dan penyelamatan bagi warga Kota Pagaralam. 
 
“Lokasi Kota Pagaralam atau Gunung Dempo ini memang tidak terlalu jauh dari Bengkulu Selatan. Apapun yang terjadi, kami tetap siap membantu petugas di sana,” ungkapnya.
 
Laporan: Taufik Hidayat
 
Sertifikat
Sertifikat kampung English
HKN
STIa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments